Kata Hevea
Perkenalkan, saya Hevea brasiliensis. Nama yang keren, bukan? Nama belakang brasiliensis menegaskan bahwa saya dari Brazil, kecuali ada unsur politis di balik penemuan nenek moyang saya dulu. Kalau saya wanita, dengan nama begitu, maka saya digambarkan sebagai wanita yang anggun, yang berjilbab lebar, menggunakan manset sampai ujung lengan supaya tidak ada celah terlihat aurat, tidak banyak tertawa, tidak bicara yang tidak manfaat, selalu merendahkan suara, dan kalau ada yang lucu, dia cuma tersenyum manis. Pokoknya anggun deh. Tapi rupanya tidak seindah itu. Karena saya tinggal di Sunda, jadinya saya dipanggil Pea! Dengan e bebek, bukan e perut. Dan penekanan di huruf p. Hey pea! Hepea gimana kabarnya? Haduh, gak enak didengar... Lebih gak enak lagi, karena saya tinggal di samping kuburan. Katanya, ini kuburan sakti. Banyak yang datang malam-malam minta macam-macam sama kuburan. Loh saya bingung, minta kok sama kuburan. Minta ya sama Allah. Bangun sepertiga malam yang akhir, doa deh. ...