Postingan

Kata Hevea

Perkenalkan, saya Hevea brasiliensis. Nama yang keren, bukan? Nama belakang brasiliensis menegaskan bahwa saya dari Brazil, kecuali ada unsur politis di balik penemuan nenek moyang saya dulu. Kalau saya wanita, dengan nama begitu, maka saya digambarkan sebagai wanita yang anggun, yang berjilbab lebar, menggunakan manset sampai ujung lengan supaya tidak ada celah terlihat aurat, tidak banyak tertawa, tidak bicara yang tidak manfaat, selalu merendahkan suara, dan kalau ada yang lucu, dia cuma tersenyum manis. Pokoknya anggun deh. Tapi rupanya tidak seindah itu. Karena saya tinggal di Sunda, jadinya saya dipanggil Pea! Dengan e bebek, bukan e perut. Dan penekanan di huruf p. Hey pea! Hepea gimana kabarnya? Haduh, gak enak didengar... Lebih gak enak lagi, karena saya tinggal di samping kuburan. Katanya, ini kuburan sakti. Banyak yang datang malam-malam minta macam-macam sama kuburan. Loh saya bingung, minta kok sama kuburan. Minta ya sama Allah. Bangun sepertiga malam yang akhir, doa deh. ...

Buah Ikhlas

Saya cerita saja ya. Ini kisah dari sahabat baik saya. Sementara kita lupakan dulu dalil-dalil Qur’ani maupun hadits yang terkesan ‘melangit’. Contoh ini lebih terjangkau, saya kira. Saya punya teman. Suatu ketika waktu dia SD, dia tahu dua minggu lagi mamanya akan berulang tahun. Dia bertekad ingin memberikan hadiah ulang tahun pada mamanya yang merupakan hasil usahanya sendiri, tidak beli dari toko. Dia ingin memberikan sesuatu yang ’spesial’ untuk mamanya. Dia memutuskan untuk membuatkan mamanya hiasan meja dari kertas koran yang dibasahi dan dicampur lem, dijadikan semacam patung perahu, dan dikeringkan. Jadi selama seminggu, dia sisihkan sebagian uang sakunya untuk membeli lem, alas untuk pajangan meja, karton, gunting, cat dan sebagainya. Setelah uangnya terkumpul, selama beberapa hari dia membuat hiasan meja itu. Setiap hari, secara rahasia, dia diam-diam membuatnya tanpa sepengetahuan mamanya. Dia ingin menjadikannya kejutan. Kalau siang, dia pura-pura tidur siang, padahal diam...

16 Ciri-Ciri Buruk Orang Indonesia, Apakah Anda Salah Satunya?

1. Percaya pada iklan di tivi 2. Suka nonton film/sinetron yang ada setan nya 3. Nyetel lagu dangdut yang dianggap kampungan 4. Beda umur ortu ama anak sekitar 15 taon (tapi kyk nya jaman sekarang ga ladi deh,,, ) 5. Mie instan jadi makanan pokok (ini ane banget gan ) 6. Selalu berusaha gratis di setiap kesempatan 7. Mengeluh kalo nonton film barat yang ga ada terjemahannya 8. Hobi nyetel lagu barat tapi ga tau arti dan maksud nya 9. Sangat berambisi buat muncul di tivi 10. Hobi nyimpen apa aja dalem dompet,mulai dari kartu kredit sampe kartu nama 11. Hobi bawa barang-barang hotel sebagai souvenir 12. Mudah bosen sama presiden, jadi sering minta gonta ganti 13. Kerja sedikit tapi minta bayaran banyak 14. Lebih banyak waktu tidur daripada waktu kerja 15. Lebih takut pemerintah dari pada Tuhan 16. Lebih percaya ijazah ketimbang skill Capek Dech.

Demi Cinta ke Ibu, Sampai Diputuskan Pengadilan

Gambar
Semoga bermanfaat... Di pengadilan Qasim, Saudi Arabia, berdiri Hizan Al Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran sehingga membasahi janggutnya,,!! Kenapa? Karena ia kalah terhadap perseteruannya dengan saudara kandungnya!! Tentang apakah perseteruannya  dengan  saudaranya?? Tentang tanah kah?? atau warisan yang mereka saling perebutkan?? Bahkan karena itu semua!! Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yang sudah tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yang telah keriput! Seumur hidupnya, beliau tinggal denga Hizan yang selama ini menjaganya. Tatkala beliau telah manula, datanglah adiknya yg tinggal di kota lain, utk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya,  dengan  alasan, fasilitas kesehatan dan lain-lain di kota jauh lebihh lengkap daripada di desa. Namun Hizan menolak  dengan  alasan, selama ini ia mampu untuk menjaga ibunya. Perseteruan ini tidak berhenti sampai di sini, hingga berlanjut ke pengadilan!...

JALAN KAKI MENJINAKKAN 9 PENYAKIT

1.  Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita mengetahui bahwa otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup. Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh! (brisk walk) atau jalan cepat. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antar sel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang. Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL)...