Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2012

Buah Ikhlas

Saya cerita saja ya. Ini kisah dari sahabat baik saya. Sementara kita lupakan dulu dalil-dalil Qur’ani maupun hadits yang terkesan ‘melangit’. Contoh ini lebih terjangkau, saya kira. Saya punya teman. Suatu ketika waktu dia SD, dia tahu dua minggu lagi mamanya akan berulang tahun. Dia bertekad ingin memberikan hadiah ulang tahun pada mamanya yang merupakan hasil usahanya sendiri, tidak beli dari toko. Dia ingin memberikan sesuatu yang ’spesial’ untuk mamanya. Dia memutuskan untuk membuatkan mamanya hiasan meja dari kertas koran yang dibasahi dan dicampur lem, dijadikan semacam patung perahu, dan dikeringkan. Jadi selama seminggu, dia sisihkan sebagian uang sakunya untuk membeli lem, alas untuk pajangan meja, karton, gunting, cat dan sebagainya. Setelah uangnya terkumpul, selama beberapa hari dia membuat hiasan meja itu. Setiap hari, secara rahasia, dia diam-diam membuatnya tanpa sepengetahuan mamanya. Dia ingin menjadikannya kejutan. Kalau siang, dia pura-pura tidur siang, padahal diam...